16 Juli 2012

MENGAKHIRI PEMBICARAAN

Bulan April 2012, saya menjadi pembicara dalam acara workshop lintas budaya di Institut Perbanas, Jakarta. Saya memaparkan mengenai dasar-dasar komunikasi, dan beberapa hal untuk menghadapi lintas budaya. Di saat yang sama ada banyak pertanyaan, namun karena keterbatasan waktu ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab, saya menjanjikan akan menjawab dan mengirimkan ke para peserta. Saya menuliskan juga beberapa pertanyaan di blog saya ini. 

Tanya: Bagaimana cara mengakhiri pembicaraan dengan baik terhadap lawan bicara kita agar dia tidak sakit hati dan dapat menjaga hubungan baik dengan dia? 
Jawab:
Pertanyaan ini terjadi ketika kita berbicara dengan orang yang tidak terlalu dekat dengan kita. Karenan kalau lawan bicara cukup dekat dengan kita maka, mudah sekali kita berpamitan tanpa kawatir membuat tersinggung karena toh akan bertemu kembali.

Untuk orang yang tidak terlalu dekat seperti sahabat atau teman main kita atau saudara kita  pastilah diperlukan teknik supaya tidak membuat dia tersinggung, apalagi jika lawan bicara kita lebih tua dibanding kita. Tunggu waktu orang tersebut mengakhiri pembicaraan lalu katakan maaf karena tidak bisa melanjutkan pembicaraan dan berpamitan.

Kita tak perlu membuat alasan palsu jika memang tidak ada alasan tepat. Misal, jika kita memang ada agenda lain katakanlah pulang atau ditunggu teman, kita bisa bilang, “Wah menarik sekali obrolannya, namun maaf aku harus pamit dulu karena sudah ada janji dengan kawan.” Jika kita tidak ada agenda lain kita bisa katakan, “Wah menarik sekali obrolannya, namun maaf aku harus pamit dulu, kapan-kapan kita sambung lagi ya.”

Tapi pastikan dulu kita tidak punya “hutang” jawaban, dalam artian lawan bicara bertanya dan kita belum menjawab tapi kita sudah pamit.Gunakan bahasa tubuh yang sopan, senyuman tulus dan tatapan bersahabat, ini bisa melunakan hati lawan bicara. Kata “maaf” bukan hanya sebagai basa-basi namun sungguh kita sampaikan dengan tulus karena kita menolak melanjutkan pembicaraan.

Tetapi ingat, sebaik apapun kita tetap saja berpeluang membuat orang tersinggung, namun demikian kita tetap melakukan dengan cara yang terbaik dan tersopan. (Pantar Purnawan)

Foto : Dengan Panitia Workshop Lintas Budaya di Institut Perbanas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar