Bulan April 2012, saya menjadi pembicara dalam acara workshop lintas budaya
di Institut Perbanas, Jakarta. Saya memaparkan mengenai dasar-dasar
komunikasi, dan beberapa hal untuk menghadapi lintas budaya. Di saat
yang sama ada banyak pertanyaan, namun karena keterbatasan waktu ada
beberapa pertanyaan yang belum terjawab, saya menjanjikan akan menjawab
dan mengirimkan ke para peserta. Saya menuliskan juga beberapa
pertanyaan di blog saya ini.
Tanya: Bagaimana
cara mengakhiri pembicaraan dengan baik terhadap lawan bicara kita agar dia
tidak sakit hati dan dapat menjaga hubungan baik dengan dia?
Jawab:
Pertanyaan
ini terjadi ketika kita berbicara dengan orang yang tidak terlalu dekat dengan
kita. Karenan kalau lawan bicara cukup dekat dengan kita maka, mudah sekali
kita berpamitan tanpa kawatir membuat tersinggung karena toh akan bertemu
kembali.
Untuk
orang yang tidak terlalu dekat seperti sahabat atau teman main kita atau
saudara kita pastilah diperlukan teknik
supaya tidak membuat dia tersinggung, apalagi jika lawan bicara kita lebih tua
dibanding kita. Tunggu waktu orang tersebut mengakhiri pembicaraan lalu katakan
maaf karena tidak bisa melanjutkan pembicaraan dan berpamitan.
Kita tak perlu
membuat alasan palsu jika memang tidak ada alasan tepat. Misal, jika kita
memang ada agenda lain katakanlah pulang atau ditunggu teman, kita bisa bilang,
“Wah menarik sekali obrolannya, namun maaf aku harus pamit dulu karena sudah
ada janji dengan kawan.” Jika
kita tidak ada agenda lain kita bisa katakan, “Wah menarik sekali obrolannya,
namun maaf aku harus pamit dulu, kapan-kapan kita sambung lagi ya.”
Tapi
pastikan dulu kita tidak punya “hutang” jawaban, dalam artian lawan bicara
bertanya dan kita belum menjawab tapi kita sudah pamit.Gunakan
bahasa tubuh yang sopan, senyuman tulus dan tatapan bersahabat, ini bisa
melunakan hati lawan bicara. Kata “maaf” bukan hanya sebagai basa-basi namun
sungguh kita sampaikan dengan tulus karena kita menolak melanjutkan
pembicaraan.
Tetapi
ingat, sebaik apapun kita tetap saja berpeluang membuat orang tersinggung,
namun demikian kita tetap melakukan dengan cara yang terbaik dan tersopan. (Pantar Purnawan)
Foto : Dengan Panitia Workshop Lintas Budaya di Institut Perbanas.
Foto : Dengan Panitia Workshop Lintas Budaya di Institut Perbanas. 
Tidak ada komentar:
Posting Komentar