23 November 2011

PEMUDA YANG BERKARYA DAN BERGAYA


Saya percaya bahwa Tuhan memberikan kemampuan bagi setiap orang untuk melakukan sesuatu hal saya saya sebut dengan berkarya. Berkarya disini yang penulis maksud adalah melakukan suatu hal yang berdampak positif, misalkan memberikan pengaruh yang baik bagi sekitarnya, atau membuat sesuatu yang berarti.

Berkarya tidak selalu sama dengan bekerja. Seorang mahasiswa yang belum bekerja mampu berkarya dengan cara belajar yang giat sehingga memiliki prestasi yang bagus atau dia mengikuti kegiatan-kegiatan sosial yang berhubungan dengan orang banyak. Bisa juga melakukan aktifitas yang mampu mendorong perubahan, misal demonstrasi yang jelas tujuannya. Bagi saya mendisiplinkan diri untuk tidak membuat sampah sembarangan termasuk berkarya, karena ada unsur kampanye memperhatikan lingkungan di dalam aksi tersebut.

Berkaya bagi yang sudah bekerja adalah dia akan melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati bahkan akan melakukan peningkatan-peningkatan. Tidak hanya itu dia akan memperhatikan lingkungannya, keluarganya, negaranya, dll.

Seorang ibu rumah tangga juga mampu membuat karya dengan melakukan tanggung jawabnya dengan baik dan juga mau dan mampu berinteraksi dengan tetangganya dan memberikan dampak positif bagi tetangganya.

Bicara tentang pemuda, seorang muda disebut tanpa karya jika dia hanya stuck atau tidak ada perubahan bagi pemuda tersebut baik bagi dirinya sendiri atau orang lain, biasanya pemuda ini hanya fokus kepada dirinya sendiri dan membentuk comfort zone .

Kita masih ingat peristiwa heroik dimana para pemuda di Indonesia berkumpul di Jakarta pada tahun 1928 karena mereka memiliki visi untuk menyatukan negeri ini. Mereka dinamis, tidak bisa tinggal diam dengan keadaan negerinya yang mudah diadu domba. Ada juga peristiwa mendekati tanggal 17 Agustus 1945 dimana para pemuda ”mengamankan” Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok karena mereka memiliki suatu tujuan jelas.

Kenapa ada banyak pemuda yang kurang berkarya untuk saat ini? Karena mereka sudah tinggal di zona nyaman dan merasa cukup dengan kondisi sekarang, atau karena mereka hanya fokus kepada masalah-masalah pribadi saja. Bahkan kondisi sekarang dimana saat ini melalui iklan atau media kita lebih dituntut untuk menjadi pemuda bergaya. Dorongan untuk membeli sesuatu yang baru atau tampil menarik lebih banyak dibanding dorongan untuk melakukan sesuatu yang membawa perubahan keluar.

Ada yang bilang kalau kita hanya memikirkan bagaimanan berkarya maka akan ketinggalan jaman sehingga tidak dapat bergaya. Pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah, karena banyak pemuda yang karena asyik dengan karya dia lupa dengan dirinya bahwa dirinya masih tinggal di sekitar masyarakat. Seharusnya dimana kita berkarya kita harus ingat bahwa masyarakatpun tetap menilai sisi luar dari kita (gaya kita). Jadi diharuskan pemuda juga mengikuti gaya (bergaya) sejauh tidak melanggar nilai kepantasan dan rasional, misal memaksakan diri memiliki mobil mewah sementara gajinya hanya Rp 2 juta. Saya pernah ketemu dengan teman yang cerdas namun badannya bau dan tidak ada gaya sama sekali sehingga banyak orang yang tidak suka berdekatan dengan dia. Dari hal ini kita jadi tahu bahwa suka atau tidak suka kita harus memperhatikan gaya kita.

Saya yang merupakan pengajar saya mempertanggung jawabkan dengan banyak belajar agar ada selalu penngkatan kualitas dalam pengajaran saya, karya saya adalah pengajaran saat ini lebih baik daripada tahun sebelumnya. Saya juga melibatkan diri dalam beberapa kegiatan yang dapat memberikan perubahan bagi negeri ini. Namun demikian saya mengatur agar apa yang terlihat dari diri saya tidak menjadi cemooh bagi orang lain. Saya memperhatikan penampilan saya, bau badan saya, dan saya mengikuti trend yang ada tanpa terseret di dalamnya, misal memiliki Facebook untuk jejaring sosial atau sesekali pergi ke starbuck. Akhirnya saat ini saya sering mengajar di workshop tentang bagaimana menjadi guru yang mempesona.

Jadi, apakah bisa pemuda berkarya namun tetap bergaya? Jawabnya adalah bisa dan seharusnya demikian. Betapa indahnya jika banyak pemuda yang banyak berkarya namun tidak ketinggalan dalam gaya. Selamat berkarya dan bergaya. (Pantar Purnawan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar