23 Oktober 2011

KESOMBONGAN TAK KENTARA

Saya diberitahu bahwa Lucifer dikutuk menjadi Iblis karena kesombongan. Saya diajarkan untuk tidak sombong.

Lalu, kesombongan itu seperti apa? Awalnya saya berpikir sikap tidak sombong adalah tidak memamerkan baju kita yang baru atau menunjukan handphone kita yang keluaran terbaru dan sedang nge-trend di depan umum. Atau kita tidak mengatakan, ”Siapa dulu dong..!”, saat ada teman yang memuji kemampuan kita. Tetapi ternyata tidak hanya itu.

Kesombongan yang saya bicarakan ini saya sebut dengan istilah kesombongan tak kentara. Dimana kesombongan ini tidak langsung tampak atau ditunjukan seseorang, namun ketika orang tersebut mulai merasa bahwa orang lain lebih kecil dibanding orang tersebut atau tidak mau mendengar, menghargai dan memuji orang lain dengan tulus. Orang semacam ini memiliki citra diri yang negatif karena cenderung angkuh. Biasanya ditandai dengan tidak banyaknya teman dekat orang ini. Jangankan teman dekat, saudaranya saja mungkin ”ogah” dekat dengan dia. Jika dia menjadi pemimpin di suatu komunitas, katakanlah perusahaan, maka orang yang sekitar dia akan cenderung menghormati sebagai penjilat atau menghormati karena status di kantor bukan karena kepribadiannya. Jadi sebenarnya orang ini tidak pantas dijadikan pemimpin meskipun dia mengoleksi buku-buku motivasi atau pengembangan diri atau ikut seminar-seminar pengembangan diri. Selama dia belum menyadari kesombongan tak kentara ini maka orang tersebut akan memiliki masalah.

Masalah? Ya... dari mulai Lucifer, Firaun, Hitler, Polpot, pemimpin-pemimpin di negeri ini, sampai jaman sekarang orang-orang ini akan memiliki masalah. Saya sudah melihatnya. Dari puluhan ribu orang yang saya temui, orang yang masih memiliki kesombongan sejati biasanya ada sesuatu hal dalam hidupnya yang tidak beres. Ada yang tidak memiliki pacar, ada yang tidak memiliki sahabat, ada yang keluarganya lebih suka bicara dengan orang lain daripada dirinya, ada yang tidak memiliki pekerjaan, ada yang hidupnya hampa, ada yang hidupnya sepi, ada yang kelihatannya banyak teman tetapi setiap saat juga orang ini jadi bahan pergunjingan.

Bukan berarti kalau kita seperti tersebut di atas karena faktor kesombongan, misalkan belum punya pacar tidak boleh selalu disamakan dengan sombong, mungkin ada faktor lainnya. Tetapi apa salahnya kita intropeksi diri, jangan-jangan memang kita ada kesombongan tak kentara, karena kesombongan tak kentara pasti tidak terlihat atau dirasakan seperti namanya.

Saya diberitahu bahwa Lucifer dikutuk menjadi Iblis karena kesombongan. Semoga saja kita tidak seperti dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar