![]() |
| Ilustrasi : Handphone dan Etiket Sosial |
Saya akan membahas secara spesifik gawai
handphone yang saat ini banyak sekali macamnya. Jika dulu handphone merupakan gawai mahal dan mewah, sekarang dengan mudah kita bisa menemukan pengamen di
persimpangan jalan juga memiliki handphone.
Tentu adanya gawai yang satu ini
mempermudah kita untuk berkomunikasi satu dengan yang lain, bahkan pernah saya mengadakan
rapat HRD memakai fasilitas handphone yaitu BBM
multiperson chat, karena waktu itu kami berempat terjebak macet. Bahkan
sekarang handphone ditanami banyak aplikasi, entah BBM, YM, facebook, aplikasi
game, dll, sehingga handphone sudah bukan hanya alat bantu komunikasi tapi juga
menjadi alat hibur sekaligus alat bersosialisasi.
Yang menjadi masalah adalah ketika
si pengguna terlalu diikat oleh
handphone. Pernah suatu kali kelompok saya sedang membicarakan Dhina dimana dia
setiap ada pertemuan selalu asyik dengan handphone dia, katanya sih up-date
status facebook-nya. Teman saya bilang, pastilah Dhina etiket pergaulannya
buruk, dan ternyata tebakan teman saya tepat, si teman ini tidak punya banyak
kawan, meskipun dia mengklaim dirinya banyak teman (di FB Dhina memiliki
jejaring teman di atas 4ribu orang).
Dalam bisnis atau pergaulan
sehari-hari ada etiket yaitu menghormati lawan bicara kita, jadi ketika kita
menghadiri acara, di tempat ibadah atau di rapat kantor, jika kita lebih asyik
dengan handphone maka orang lain akan menilai bahwa kita tidak fokus dalam
acara tersebut, bahkan lebih parahnya kita bisa jadi bahan omongan negatif di
luar seperti cerita saya di atas tentang Dhina.
Bagaimana sebaiknya menggunakan
handphone yang tepat saat berada di sekitar kita?
1. Matikanlah handphone jika sedang ada
pertemuan ibadah atau pertemuan bisnis (meeting, presentasi atau seminar) tanpa
harus diminta.
2. Jika kita menunggu pesan penting,
maka kita bisa mengatur handphone ke mode diam, lalu cukup per satu jam melihat
handphone kita. Jangan dibuat mode getar, karena setiap pesan yang masuk akan
bergetar dan tentu ini akan menggangu konsentrasi kita. Saya sendiri mengatur
ada mode khusus dimana saya atur hanya orang tertentu yang saat pesan masuk
bergetar, sedangkan pesan orang lain bahkan telepon semuanya diam.
3. Jika kita menunggu telepon penting
saat pertemuan berlangsung, handphone bisa dititip dengan orang di luar ruang
yang kita percayai lalu dipesan agar kalau ada panggilan masuk katakanlah dari
si-B, minta kita dipanggil. Jika tidak ada orang, lakukan langkah mirip nomor 2
di atas.
4. Jangan sering melihat handphone saat
kita berbicara dengan orang lain, selain mengganggu konsentrasi kita, tindakan
kita juga membuat lawan bicara kita tidak nyaman. Jika memang kita harus
menjawab panggilan telepon atau pesan, minta ijin dengan sopan kepada lawan
bicara kita, tapi ingat minimalis tindakan ini, jangan sampai per-5 menit kita
telepon atau per sekian menit kita membalas pesan masuk.

Yes Sir, i'll try...
BalasHapus