Televisi adalah sebuah media
telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai
penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi"
merupakan gabungan dari kata tele dari bahasa Yunani dan visio dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan
sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”
Cikal bakal lahirnya televisi dimulai saat seorang mahasiswa yang bernama Paul
Nipkow di Berlin, Jerman pada tahun 1884 menemukan piringan metal kecil
berputar dengan lubang-lubang. Penemuan mengalami penyempurnaan di tangan
ilmuwan-ilmuwan lainnya sampai terciptaanya televisi. Penemuan televisi
disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah
peradaban dunia. Penggunaan kata "Televisi" sendiri juga dapat
merujuk kepada "kotak televisi",
"acara televisi",
ataupun "transmisi
televisi", dalam kesempatan ini saya akan bicara TV merujuk ke
acara televisi.Seperti halnya dengan penemuan lainnya, TV juga memberikan dampak yang positif maupun negatif. Khusus untuk pendidikan dalam hal ini untuk para pelajar dan pengajar, secara manfaat positifnya antara lain:
a. Dalam penyampaian berita, TV umumnya
selalu up to date. Hal ini tentu akan
membuat kita dapat mengikuti perkembangan dunia dan mendapatkan wawasan yang
luas nan cepat. Misalkan di buku IPA atau Sains kita mengenal ada sembilan
planet, namun mulai 24 agustus 2006, Pulto “dikeluarkan” dari daftar planet
dengan berbagai pertimbangan oleh IAU (majelis astonomi internasional). Sebelum
buku pelajaran direvisi kita bisa mengetahuinya dari TV.
b. TV dapat dipakai menyiarkan acara
terkait pendidikan, dan tentunya ini bagus untuk para pelajar dalam menambah
informasi terkait pelajaran atau dunia pendidikan.
c. Melalui acara hiburan seperti film,
kuis, pertandingan olahraga dan yang lainnya, selain kita memperoleh hiburan yang
menyegarkan otak, juga mendapatkan hal-hal yang mungkin selama ini tidak kita
tahu. Misal, dulu sewaktu saya sekolah dalam pelajaran olah raga diajarkan
bahwa salah satu olahraga beregu adalah base ball, namun karena belum pernah
dipraktekkan saya tidak memiliki gambaran seperti apa base ball sampai akhirnya
tahu dari TV. Saya melihat pesawat dari jarak dekat pertama kali juga dari
tayangan TV.
Dan masih banyak manfaat lain yang bisa kita dapat darimenonton TV, saya termasuk yang menikmati banyak manfaat terkait pendidikan.
Dan masih banyak manfaat lain yang bisa kita dapat darimenonton TV, saya termasuk yang menikmati banyak manfaat terkait pendidikan.
Selain berdampak positif, ada dampak negatif bagi pendidikan. Mungkin ada yang masih ingat beberapa waktu yang lalu saat gulat versi Amerika smackdown populer ada beberapa siswa SD yang menjadi korban praktek smackdown temannya. Ada juga lewat sinetron muncul beberapa istilah populer misalkan: “Pusiiiinggg” yang akhirnya ditiru anak, sehingga setiap kali anak belajar dan kesulitan akan latah meniru pengucapan tersebut. Dan masih banyak lagi laporan miring akibat siaran televisi.
Akhirnya seperti Firman Allah katakan di 1 Korintus 6:12, “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.” Sehingga tentu kita tidak mesti membuang televisi, namun mesti bijak memilih program dan menjaga agar tidak kecanduan TV (baca: diperhamba TV). Khusus orang tua juga harus memberikan bimbingan tentang siaran yang dilihat oleh anak-anaknya. Bersyukur Allah ijinkan Paul Nipkow, John Logie Baird C.F. Jenkins dan ilmuwan lainnya menyempurnakan temuan yang akhirnya bisa kita nikmati di rumah. (Pantar Purnawan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar