Salah satu
minuman terkenal di dunia dan paling banyak digemari adalah kopi. Konon kopi
berasal dari Etiophia, namun artikel ini tidak membahas soal sejarah, hanya
sekilas tentang kopi yang sudah menjadi ritual siang saya saat kerja yaitu meminum
secangkir kopi. Memang kopi memberikan rangsangan otak agar terjaga, meskipun
ada juga yang setelah minum kopi tetap bisa tertidur. Saya sendiri setelah
minum kopi memang susah tidur, sehingga saya membatasi minum kopi maksimal 2
cangkir sehari dan setelah jam 7 malam saya tidak minum kopi. Jadi saya
penikmat kopi namun bukan seorang pencandu yang tidakbisa hidup tanpa kopi.
Karena hari sabtu dan minggu kadang sala libur ngopi.
Bicara tentang kopi ada jenis kopi paling
umum yaitu kopi ekselsa, racemosa, liberica (kopi Afrika), arabika dan robusta.
namun yang paling lazim atau dikenal adalah dua terakhir, yiatu arabika dan
robusta.
Arabika
Kopi ini berasal dari Brasil dan Etiopia, konon
yang menanam pertama kali orang Arab. Kopi jenis ini menguasai 70 persen pasar
kopi dunia. Kopi Arabica sensitive terhadap suhu, sehinga hanya bisa hidup di
daerah tertentu khususnya bersuhu sejuk atau dingin. Kopi lokal semacam Toraja
dan Mandailing termasuk jenis ini. Kopi jenis ini mempunyai tampilan rasanya
yang ringan dan aroma kopinya yang sangat wangi mirip percampuran bunga dan
buah. Arabika juga mempunyai rasa asam yang tidak dimiliki kopi jenis robusta
dan rasa kental saat disesap di mulut. Jenis Arabica cocok dinikmati mulai jam
2 siang, karena tidak terlalu kuat seperti robusta. Karena jika meminum kopi
robusta pada sore atau malam hari, akan membuat anda susah untuk tidur.
Robusta
Jenis ini tidak terlalu sensitive dengan suhu
sehingga bisa bertumbuh tidak harus di dataran tertentu. Kopi Robusta, memiliki
rasa yang lebih kuat dan kebanyakan disajikan dalam bentuk esspreso. Kebalikan dengan Arabika, Robusta cocok disajikan pada pagi
hari. Sebab akan memberikan energi dan semangat pada yang meminumnya, karena
kopi jenis ini memiliki kadar kafein yang tinggi sekali. Robusta memiliki rasa
mirip cokelat dengan aroma yang khas. Robusta juga mempunyai tekstur yang lebih
kasar dengan warna bervariasi sesuai dengan pengolahan. Agar rasanya lebih
mantap, kadang dalam prosesnya diberi campuran sedikit arabika.
Jika Anda seperti
saya yang penikmat kopi tetapi tidak sampai fanatik, paling gampang adalah beli
kopi instan yang banyak merek di pasaran, tapi perhatikan cara memilihnya,
bacalah di komposisi bahan, jika ada bahan perisa kopi, maka saya anggap kopi
jadi-jadian, karena kandungan kopinya sedikit. Jadi saya selalu memilih kopi
instan dengan membaca komposisinya. Belakangan saya lebih memilih kopi bubuk
atau kopi instan tanpa ampas yang tidak ada campurannya. Agak sedikit ribet dibanding
kopi mix instan, karena mesti menambahkan gula atau susu, tapi rasanya jauh
lebih enak. Bersyukur sekarang ada tempat yang menjual kopi tapi tidak semahal
starbuck, Coffe Bean, Coffe Tree, dll, yaitu di Sevel, jika tempatnya besar ada
mesin pembuat kopi yang langsung menggiling kopi, jadi kita menikmati kopi yang
fresh.
Semoga info
ini bermanfaat.(Pantar Purnawan)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar