10 Juli 2013

ATURAN DASAR BERPENAMPILAN


Deepika tampil pas dalam sebuah event.
Beberapa waktu yang lalu saat saya sedang ke rumah duka RS Carolus, Jakarta untuk memberikan penghiburan bagi keluarga relasi saya yang salah satu anggota keluarganya meninggal dunia, saya melihat pemandangan yang membuat saya muak, yaitu seorang muda yang datang hanya dengan bercelana pendek dan bersandal.

Mungkin Anda akan bilang, “Ah yang penting kan hatinya”. Memang benar memakai pakaian yang sopan dan sesuai saat di rumah duka, di pesta atau di tempat ibadah bisa saja kamuflase, dimana hatinya sebenarnya tidak ada di situ, namun demikian pakaian bisa mencerminkan sejauh mana hati kita berada. Mungkin banyak yang beralasan kenyamanan ketika dia berpakaian. Namun jangan hanya memakai patokan itu saja. Ada empat ukuran untuk dipakai saat menentukan seperti apa pakaian yang akan Anda kenakan:


1.   Sesuai acara. Jika Anda ke rumah duka tentu tak pantas memakai pakaian untuk di pantai kan? Demikian pula jika Anda ke pantai akan mengundang tawa kalau Anda memakai pakaian pesta. Jadi aturan pertama adalah sesuaikan penampilan Anda dengan acara yang akan Anda tuju. 

2.      Sesuaikan kapan dan dimana. Beberapa waktu yang lalu saya menghadiri pesta pernikahan kenalan saya. Pesta diadakan di salah satu hotel berbintang di Jakarta. Meskipun di undangan tidak dituliskan dress code nya, namun saya menetukan pilihan penampilan saya yaitu: memakai batik lengan panjang atau memakai kemeja lengan panjang atau kemeja lengan panjang dengan paduan jas. Akhirnya saya memilih pilihan terakhir dan ternyata dalam pesta kebanyakan pria memakai pakaian yang mirip dengan saya. Sebelumnya saya juga menghadiri pesta pernikahan tetangga yang diadakan di halaman rumahnya. Saya memutuskan memakaia kemeja lengan panjang. Kalau dipadu dengan jas tentu tidak tepat karena panas. Untuk wanita demikian juga, jangan menghadiri pernikahan yang diadakan di halaman rumah dengan gaun pesta atau rok pendek. Gaun pesta atau rok pendek cocok dikenakan di ruang pertemuan kelas atas (hotel, restoran, dll).  Jadi aturan kedua adalah sesuaikan dimana dan kapan acara yang akan Anda hadiri diadakan.





3.  Lihat siapa yang akan Anda temui. Aturan ketiga adalah mencari tahu siapa yang akan Anda temui. Jika Anda akan tampil di depan para petani tentu hindari pakaian formal seperti jas lengkap, namun jika yang ditemui adalah pejabat atau orang yang memiliki kedudukan tertentu missal Gubernur, Menteri, Pimpinan Perusahaan maka pakaian jas mungkin cocok, namun tetap di lihat aturan pertama dan kedua ya. Karena siapa tahu Anda ketemu orang penting tapi dalam acara penanaman pohon di rawa, maka jangan memakai rok pendek atau untuk pria jangan pakai jas. Beberapa waktu lalu saya mengajar di salah satu Bank milik BUMN, karena peserta adalah para banker, maka saya berpenampilan seperti mereka termasuk tatanan rambut saya, yang biasanya spike berubah menjadi tersisir rapi.

4.  Nah baru yang keempat adalah sesuaikan dengan diri anda dan kenyamanan Anda. Misal di acara formal ada dua pilihan pakai, batik lengan panjang atau kemeja berdasi, mana yang bagi Anda lebih nyaman dikenakan. Kenyamanan harus diperhatikan jangan sampai Anda berpenampilan tetapi Anda berkali-kali membetulkan pakaian karena ketidaknyamanan.  



Empat aturan ini cobalah mulai diterapkan dalam setiap Anda berpenampilan, dan siap-siaplah Anda mendapatkan pujian karena berpenampilan menarik dan menghormati orang lain. Semoga bermanfaat.(Pantar Purnawan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar